Saturday

7 Letusan Gunung Berapi yang Benar-Benar Paling Terdahsyat dalam Sejarah

7 Letusan Gunung Berapi yang Benar-Benar Paling Terdahsyat dalam Sejarah
One web id — Menurut penelitian dari ahli Geologi, Indonesia adalah salah satu negara yang dikelilingi oleh cincin api yang merupakan jalur dari gunung berapi. Belum reda letusan gunung di Sinabung, seolah tak mau ketinggalan, Gunung Kelud yang ada di Kediri juga mengamuk dan memuntahkan lahar panasnya di hari rabu (13/2)

Rupanya letusan gunung Kelud belum seberapa hebat sebab ada yang lebih dahsyat lagi. Menurut catatan sejarah yang di pantau langsung dari Wikipedia, sebetulnya di Indonesia sendiri ada 2 gunung yang tercatat sebagai gunung berapi terdahsyat sedunia. Berikut gunung berapi di seluruh dunia yang dampak ledakannya benar-benar menimbulkan kerusakan yang sangat mengerikan. Wah, kira-kira seperti apa dahsyatnya? 

1. Nevado del Ruiz (Kolombia)
1985nevadodelruiz.blogspot.com
Nevado del Ruiz adalah sebuah stratovolcano yang terletak di Kolombia. Gunung ini merupakan gunung yang berada di bagian paling utara Sabuk vulkanik Andes dan terbentang sekitar 15 mil sebelah tenggara dari Manizales, dengan kota Armero di lembah dekat gunung ini. Gunung ini adalah gunung tertinggi dan gunung yang terletak paling utara di Kolombia. 

Dalam catatan sejarah, Nevado del Ruiz menghasilkan lahar mematikan walau letusannya relatif kecil. Diperkirakan letusannya hanya menghasilkan 3 persen dibanding abu yang disemburkan oleh Gunung St Helens pada 1980. 

Namun, letusan gunung ini tahun 1985 memproduksi lahar yang mengubur kota dan menyebabkan kematian sebanyak 23.000 orang, bencana paling mematikan ke dua di abad ke-20. Peristiwa ini disebut tragedi Armero. Nevado del Ruiz disebut "singa tidur" oleh penduduk sekitar.

2. Gunung Thera (Yunani)
photovolcanica.com
Menurut catatan sejarah, Gunung Thera meletus pada 1600 SM, dan menghancurkan kota-kota di sekitar, sekaligus memusnahkan peradaban Minoan. Ledakan hebat Zaman Perunggu itu mengirim abu vulkanik setinggi 22 mil ke atmosfer, kemudian berhembus hingga ke daratan Turki, Mesir dan Laut Hitam. Selanjutnya, abu-abu panas terbawa arus ke Laut Aegean, menyebabkan tsunami besar dan menghancurkan wilayah pesisir pulau-pulau Yunani. Para ahli Geologi beranggapan bahwa energi letusan gunung ini adalah beberapa ratus kali bom atom dalam sepersekian detik.

3. Gunung Pinatubo (Filipina)
Pinatubo ash plume 910612
By D. Harlow [Public domain], via Wikimedia Commons
Gunung Pinatubo adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Luzon, Filipina, di perbatasan provinsi Zambales, Tarlac, dan Pampanga. Gunung ini meletus pada tahun 1991, lebih dari 490 tahun setelah aktivitas erupsi yang terakhir kali terlihat, yang merupakan letusan terbesar kedua pada abad ke-20. 

Pada tahun 1991 gunung yang berada di pulau Luzon, Filipina ini meletus dahsyat. Untungnya letusan ini telah diprediksi dan puluhan ribu orang mengungsi menyelamatkan jiwanya. Letusan ini menghancurkan daerah sekitar gunung karena aliran piroklastik, abu dan lahar. Tak terbayangkan seandainya letusan ini tidak terprediksi, berapa ribu nyawa yang bakal melayang.

4. Gunung Mauna Loa (Hawaii)
Mauna Loa
By Gordon Joly (Own work), via Wikimedia Commons
Mauna Loa merupakan gunung berapi berperisai terbesar di dunia dan salah satu dari lima gunung berapi yang membentuk Pulau Hawaii di Samudera Pasifik. Usut punya usut, kata "Mauna Loa" berasal dari Hawaii yang berarti "Long Mountain". Mauna Loa termasuk gunung berapi berperisai yang aktif, dengan volume diperkirakan sekitar 18.000 mil kubik (75.000 km ³), puncaknya hanya setinggi 37 meter yang lebih rendah dari Mauna Kea.

Erupsi Larva dari Mauna Loa mengandung unsur silika yang sedikit, sehingga banyak cairan dan dampak letusannya cenderung tidak meledak sehingga gunung berapi ini memiliki lereng yang sangat dangkal. Gunung ini tercatat telah meletus 33 kali dan terakhir pada tahun 1984. Meski sudah tidak meletus, namun gunung ini masih aktif dan bisa meletus kapan saja.

5. Gunung Tambora (Indonesia)
Caldera Mt Tambora Sumbawa Indonesia
By Jialiang Gao (peace-on-earth.org) (Own work), via Wikimedia Commons
Gunung Tambora merupakan gunung stratovolcano aktif yang berada di pulau Sumbawa, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunung berapi dengan ledakan terdahsyat kedua di Indonesia sekaligus di seluruh dunia ini meletus pada tahun 1815. 

Dampak dari ledakan gunung ini membuat Pulau Sumbawa berada dalam kegelapan. Sehingga menimbulkan kelaparan, penyakit dan tsunami yang membuat puluhan ribu orang tewas. Ledakan gunung ini merupakan terbesar yang pernah dicatat dalam sejarah. Bahkan panas yang menyembur melubangi atmosfir dan mengubah iklim dunia, Daerah Amerika dan Utara dan Eropa pun dilanda musim dingin hebat. 

6. Gunung Vesuvius (Italia)
rainer-olzem.de
Gunung Vesuvius merupakan satu-satunya gunung berapi aktif di Daratan Eropa yang terletak di sebelah timur Napoli, Italia. Pada tahun 79, diperkirakan dampak dari letusan gunung ini telah menghancurkan kota Pompeii. Gunung yang berada di teluk Maples, Italia Selatan ini masih aktif dan tercatat telah 30 kali meletus. 

Letusan dahsyatnya terjadi pada tahun 78 Masehi dan menghilangkan kota Pompeiii dan Stabiae. Kala itu, diperkirakan letusan lava dan abu tebal terjadi selama berhari-hari. Tidak ada pertanda apapun, gunung Vesuvius pun meletus dan akhirnya membuat banyak orang berlari menyelamatkan diri. 

Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Menurut catatan ahli arkeolog tercatat ada 1000 orang yang menjadi korban. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

7. Gunung Krakatau (Indonesia)
bismanara.blogspot.com
Gunung Krakatau meletus pada 1883 dan kekuatan ledakannya bisa didengar dari jarak ribuan mil. Dampak letusan itu telah menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut. Bahkan batuan yang dilontarkan pun sampai di pulau-pulau kecil di laut Afrika Timur.

Menurut para peneliti letusan Krakatau sebesar 13.000 kali kekuatan bom atom. Begitu dahsyatnya hingga menimbulkan tsunami besar dan menerjang Pulau Sumatera dan sekitarnya. Pasca letusan, Krakatau merosot ke dalam laut, namun muncul pulau baru di lokasi yang sama pada tahun 1927. Hingga saat ini anak gunung Krakatau masih aktif dan terkadang mengeluarkan letupan kecil.

No comments:

Post a Comment