Friday

7 Keajaiban Alam Paling Fenomenal Berwarna Merah di Segenap Penjuru Dunia

One web id — Kadang-kadang, alam dapat menghadirkan berbagai keindahan yang begitu menakjubkan. Tanah yang umumnya berwarna cokelat dan air yang semestinya jernih tak berwarna, bisa menjadi hijau, kuning, ungu. Tak tanggung-tanggung, bahkan yang berwarna merah pun ada. Sehingga, fenomena-fenomena geologis seperti itu akan membuat manusia takjub seketika saat menyaksikannya.

Sebut saja diantaranya danau merah di Prancis, air terjun darah di Antartika, pantai merah pulau Pangeran Edward di Kanada dan lain sebagainya. Bagi Anda yang ingin mengetahui keajaiban alam paling fenomenal yang berwarna merah, ada baiknya untuk menyimak penjelasan berikut ini yang telah kami kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Danau Merah di Prancis
Danau Merah
Biasanya danau berwarna biru atau hijau, tapi tidak dengan danau yang terletak di Camargue, Perancis bagian Selatan ini. Warnanya yang merah membuat takjub para turis yang datang. Meski tampak dramatis seperti film horor namun sebenarnya itu disebabkan oleh tingginya kadar kandungan garam. Sama seperti yang ada di laut merah. Dengan latar belakang warna merah dan muncul kristal garam berwarna putih berbentuk cabang ranting, danau itu seperti setting film science fiction. Uniknya, justru tidak semua wilayah danau itu mengandung garam yang sangat tinggi. Sementara disisi sebelahnya memiliki air normal seperti danau pada umumnya. Pemandangan tak lazim ini diabadikan oleh Sam Dobson, dari Moskow, Rusia, secara tidak sengaja melintas dengan kendaraannya. Ia merasa kagum dengan warna airnya yang merah dan kristal-kristal garam menonjol dari balik air. Pria berusia 51 tahun ini mengaku baru pertama kali melihat pemandangan ini meski sudah banyak melakukan perjalanan ke berbagai tempat.

2. Air Terjun Darah di Antartika
abendblatt.de
Fenomena Air Terjun Darah yang langka terjadi. Sebuah Air Terjun yang sumber airnya terdapat aliran darah yang mengalir terus menerus. Fenomena aneh ini terjadi di sebuah Gletser di Antartika tepatnya di lembah Mc Murdo wilayah kutub selatan. Aliran darah pada air terjun darah ini ditemukan oleh seorang geolog yang menemukan air terjun beku tahun 1911. Dan dia menemukan hal aneh pada air terjun ini, karena warna merah yang mengalir bukan dari ganggang merah seperti yang mereka duga semula. Diperkirakan 2 juta tahun yang lalu Gletser bernama Taylor ini terkurung dibawah aliran air yang mengandung kumpulan mikroba – mikroba kuno. Dan mereka terisolasi dibawah lapisan es yang sangat tebal secara alami, kemudian mikroba ini berkembang secara independen dan hidup tanpa cahaya, panas dan bahkan oksigen juga. Disana mereka terperangkap pada suatu kondisi salinitas yang sangat tinggi dan kaya akan zat besi, hal inilah yang menyebabkan warna yang merah pada airnya layaknya zat besi dalam darah. Sedangkan air terjun ini terjadi karena adanya sebuah celah dari gletser Taylor yang memungkinkan air subglacial tersebut keluar ke permukaan. Yang membentuk air terjun tanpa mencemari ekosistem disekitarnya. Para ilmuwanpun akhirnya pun berkesimpulan Air Terjun Darahbisa terjadi juga di planet lain seperti Mars dan Yupiter.

3. Pantai merah Pulau Pangeran Edward di Kanada
Red Earth Prince Edward Island 2010
By Ryan Tir from Vaughan, ON, Canada (Red Earth  Uploaded by Skeezix1000), via Wikimedia Commons
Prince Edward Island atau lebih lazim kita sebut Pulau Pangeran Edward merupakan provinsi terkecil di Kanada. Sebetulnya, keunikan pantai di pulau ini adalah pasirnya yang berwarna merah. Hampir seluruh bagian pantai di pulau tersebut memiliki warna merah gelap yang cantik. Saat ini taman disini telah menjadi bagian dari MacKerricher State Park. Usut punya usut, ternyata warna merah tersebut diakibatkan oleh kandungan iron oxide yang cukup tinggi. Karenanya pantai Pulau Pangeran Edward disebut pula dengan nama red sand shore atau yang akrab kita sebut pantai pasir merah.

4. Danau Darah Sadr di Irak
via strano66.blogspot.com
Dulunya, danau reservoar yang terletak di dekat kota Sadr, Irak ini sempat menarik perhatian dunia tatkala fotonya yang diambil dari satelit beredar di dunia maya.Dilihat dari ketinggian, danau ini memiliki warna merah terang seperti kolam darah berukuran besar. Tak diketahui pasti mengapa danau tersebut bisa memiliki warna demikian. Ada yang berpendapat kalau warna tersebut disebabkan mikroorganisme halofili, efek polusi, dan ada pula yang menduga warna merah mengerikan tersebut berasal dari kandungan besi dan tembaga yang tinggi dalam air danau. Meski begitu beredar pula kabar yang menyebutkan kalau warna merah tersebut benar-benar berasal dari darah hewan yang konon merupakan limbah dari rumah-rumah jagal di sekitar danau.

5. Pantai Merah Panjin di China
Pantai Merah Panjin
Tempat berjuluk pantai merah ini terletak di Dawa, Panjin, China. Pantai ini terkenal hingga ke mancanegara karena hamparan rumput merah yang menutupi segenap permukaan. Sebetulnya warna merah tersebut berasal dari tanaman Suaeda salsa, rumput langka yang mampu hidup dalam lingkungan dengan kadar alkalin tinggi. Saat musim gugur rumput-rumput di sana berubah merah, sehingga menjadikan seluruh permukaan pantai seperti hamparan permadani berwarna merah. Biasanya disaat seperti ini banyak turis yang berkunjung. Akan tetapi karena sebagian besar wilayah Pantai Merah merupakan kawasan konservasi, jadi hanya sebagian kecil saja yang terbuka untuk umum.

6. Tanah Merah Dongchuan di China
via chindonews.blogspot.com
Tanah merah Dongchuan terletak di desa Xintian yang terletak 40 lebih kilometer dari Dongchuan, di sana terdapat tanah merah yang khas. Setiap bulan September hingga Desember, sebagian tanah menunggu untuk digarap dan sebagian tanah telah ditanami gandum, maka dilihat dari jauh, pemandangan berwarna-warni, mulai dari tanah yang berwarna merah, tanaman yang hijau, awan yang putih, langit yang biru, semua ini membentuk pemandangan yang indah. Dongchuan disebut sebagai tanah tembaga sejak berabad-abad lalu.Pemandangan di tempat itu tampak seperti lukisan sureal, dengan tanah berwarna merah yang diselingi terasering berwarna hijau dan kuning. Menurut penjelasan China Travel, hal ini dikarenakan oleh iklim yang basah, unsur besi dalam tanah di Dongchuan jadi meningkat dari tahun ke tahun dan akhirnya menghasilkan warna merah terang seperti yang Anda lihat dalam gambar di atas. Sejatinya, tempat ini adalah lokasi favorit bagi fotografer untuk mengambil gambar.

7. Danau Natron di Tanzania
Danau Natron
Natron Lake atau yang dikenal dengan nama Danau Natron merupakan danau garam yang berlokasi di utara Tanzania, dekat dengan perbatasan Kenya. Air danau ini bersumber dari Sungai Ewaso Ng'iro dan mata ir panas mineral di dekatnya. Kedalamannya hanya sekitar tiga meter. Yang menjadikannya unik adalah permukaan danau ini tampak seperti planet Mars yang kita bayangkan dalam cerita-cerita fiksi. Berwarna merah terang dengan permukaan penuh retakan. Warna merah yang unik tersebut timbul karena tingkat evaporasi yang tinggi. Seperti halnya danau berkadar garam tinggi lain di dunia, kandungan garam di air danau ini menjadi habitat sempurna dari halofili, mikroorganisme yang menghasilkan pigmen merah untuk berfotosintesis. Namun sayang, kondisi lingkungan danau tersebut tak ramah untuk makhluk hidup lain. Wilayah sekitar danau sangat gersang. Selain itu danau ini mengawetkan bangkai hewan-hewan yang mati di sana seperti mumi.

No comments:

Post a Comment