Tuesday

7 Masjid Tertua dan Paling Bersejarah di Indonesia

One web id — Masjid bermakna tempat untuk beribadah. Kata masjid sendiri beraasal dari bahasa Aram. Kata masgid ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 SM. Kata masgid ini berarti "tiang suci" atau "tempat sembahan". Menara-menara, serta kubah masjid yang besar, seakan menjadi saksi betapa jayanya Islam pada kurun abad pertengahan. Masjid telah melalui serangkaian panjang di dalam sejarah hingga sekarang.
7 Masjid Tertua dan Paling Bersejarah di Indonesia
By Astayoga at en.wikipedia, Wikimedia Commons
Selama lebih dari 1000 tahun pula, arsitektur Masjid perlahan-lahan mulai menyesuaikan bangunan masjid dengan arsitektur modern. Begitu pula dengan masjid-masjid yang ada di Indonesia ini. Contohnya tujuh masjid tertua dan paling bersejarah di indonesia, semua masjid ini dibangun di tanah air kita. Diperkirakan ketujuh masjid berikut telah berumur mulai dari 700 hingga 400 tahun. Lantas, masjid apa saja yang dimaksud? Ini beberapa diantaranya.

1. Masjid Saka Tunggal (1288)
Masjid saka Tunggal atau di sebut juga Masjid Darussalam terletak di Desa Pekuncen tepatnya di gerumbul Legok Kecamatan Pekuncen Banyumas, provinsi Jawa Tengah. Legok sendiri berada di sebelah barat daya lereng gunung slamet. Dari pusat kota Purwokerto ke barat arah ke Bumiayu. Sedang dari pusat kota Ajibarang ke utara sekitar 5 kilometer yang dapat di tempuh dengan berbagai macam kendaraan. Awalnya masjid ini dibangun pada tahun 1288 seperti yang tertulis pada Saka Guru (Tiang Utama) masjid ini. Namun, tahun pembuatan masjid ini lebih jelas tertulis pada kitab-kitab yang ditinggalkan pendiri masjid ini, yaitu Kyai Mustolih. Tetapi kitab-kitab tersebut telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 Rajab di masjid ini diadakan pergantian Jaro dan pembersihan makam Kyai Mustolih. Masjid yang berjarak lebih kurang 30 kilometer dari kota Purwokerto ini, disebut Saka Tunggal karena tiang penyangga bangunan masjid ini, dulunya hanya satu tiang (tunggal). Menurut bp. Sopani salah satu pengurus masjid menuturkan pilar tunggal melambangkan bahwa Allah adalah hanya satu Allah SWT. Di beberapa tempat terdapat hutan pinus dan hutan lainnya dihuni oleh ratusan monyet jinak dan ramah, seperti di Sangeh Bali.

2. Masjid Wapauwe (1414)
Masjid Tua Wapauwe merupakan masjid yang sangat bersejarah sekaligus sebagai masjid tertua di Maluku. Diperkirakan masjid ini dibangun pada tahun 1414 Masehi. Masjid yang saat ini masih berdiri dengan kokohnya, menjadi bukti sejarah Islam di Maluku dimasa silam. Kebanyakan bangunan aslinya juga disimpan beberapa benda warisan seperti drum, tulisan tangan Alquran, sifat skala batu yang beratnya 2,5 kilogram, dan logam hiasan dan membaca huruf arab di dinding. Selain itu masjid ini juga masih berfungsi sebagai tempat doa sekitar penduduk. Apabila drum atau beduk dipukuli, maka suaranya akan terdengar sampai seluruh desa, mengundang orang untuk datang ke masjid untuk jemaat. Kitab suci Alquran tulisan tangan di masjid ini pernah dipamerkan di Festival Istiqlal di Jakarta. Beberapa tambahan baru adalah tempat wudhu, karpet, kipas dan listrik untuk pencahayaan.

3. Masjid Ampel (1421)
Masjid Ampel merupakan sebuah masjid kuno yang berada di bagian utara Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid Ampel didirikan  tahun 1421, namun tidak disebut kapan selesainya pembangunan Masjid Ampel ini. Selain itu, Sunan Ampel juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel. Sejak tahun 1972 Kawasan Masjid Agung Sunan Ampel telah ditetapkan menjadi tempat wisata religi oleh Pemkot Surabaya. Awalnya, masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel, dan tak jauh dari masjid ini terdapat kompleks makam Sunan Ampel. Masjid ini dikelilingi oleh bangunan berarsitektur tiongkok dan arab. Sementara disamping kiri halaman Masjid Ampel, terdapat sebuah sumur tua yang diyakini sebagai sumur bertuah, umumnya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk pengikat janji atau sumpah. Hingga saat ini Masjid Ampel masih menjadi salah satu tujuan wisata religi di surabaya.

4. Masjid Agung Demak (1474)
Masjid Agung Demak merupakan salah satu mesjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah merupakan tempat berkumpulnya para ulama (wali) penyebar agama Islam, disebut juga Walisongo, untuk membahas penyebaran agama Islam di tanah Jawa khususnya dan INdonesia pada umumnya. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak, pada sekitar abad kelima belas masehi. Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai 'saka tatal' bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut sebagai saka majapahit. Sementara di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sini terdapat juga sebuah museum, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.

5. Masjid Sultan Suriansyah (1526)
Masjid Kuin atau Masjid Sultan Suriansyah, merupakan sebuah masjid bersejarah di Kota Banjarmasin dan sekaligus sebagai masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Tuan Guru (1526-1550), Raja Banjar yang pertama masuk islam. Masjid ini terletak di utara Kecamatan Kesehatan, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, daerah yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan ibukota Kesultanan Banjar untuk pertama kalinya. Arsitektur tahap konstruksi dan atap tumpang tindih, merupakan masjid bergaya tradisional banjar. Gaya masjid tradisional di banjar mihrabnya memiliki atap sendiri terpisah dengan bangunan utama. Masjid ini dibangun di tepi sungai di Kecamatan Kesehatan.

6. Masijd Menara Kudus (1549)
Masjid Menara Kudus merupakan sebuah masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau tahun 956 Hijriah dengan menggunakan batu Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Itulah sebabnya masjid ini disebut juga sebagai Mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar. Berbentuk masjid ini sangat unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.

7. Masjid Agung Banten (1552-1570)
Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tidak hanya dari Banten dan Jawa Barat, namun juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Masjid ini dicirikan dari bentuk menaranya yang sangat mirip dengan bentuk sebuah bangunan mercusuar. Masjid Agung Banten terletak di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 kilometer sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kasultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati. Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah salah satu karya arsitektur China yang bernama Tjek Nan Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

No comments:

Post a Comment